“Akhirnya hari ini kerinduan umat bertemu Pak Angelo terwujud. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Dalam sambutannya, AWK berbagi kisah perjuangan hidupnya sebelum menjadi senator, mulai dari menjadi penjual koran hingga tukang ojek. Pengalaman itu mengajarkan pentingnya pendidikan dan doa dalam menghadapi segala tantangan.
Ia berpesan kepada para orang tua untuk terus mendorong anak-anak menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, dan memanfaatkan program beasiswa yang tersedia.
“Selain pendidikan, kehidupan rohani adalah kekuatan utama. Doa memberikan kekuatan batin yang luar biasa, bahkan hal besar bisa terjadi dalam keheningan iman,” ungkap AWK.
Sebagai mantan aktivis PMKRI, AWK menyatakan bahwa karier politiknya adalah panggilan untuk berbagi dan melayani, termasuk melalui dukungan bagi umat seperti yang dilakukan di Liabeke.
Lebih lanjut, ia mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, terutama pengembangan komoditas kakao. Ia melihat potensi besar dari fermentasi kakao yang bisa meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat setempat.













