Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya saat masih berada di Komisi X DPR RI, ia biasanya mendapat kuota beasiswa KIP 500 orang setiap tahun. Bahkan untuk kuota beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bisa mencapai 35.000-40.000 orang.
“Cuman sekarang kita belum tau, karena saya masuk di komisi III bidang hukum, HAM, dan keamanan. Bidang yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat tapi dengan politik dan hukum. Tapi adik-adik yang sudah dapat tetap dapat sampai selesai,” ungkapnya.
Selanjutnya, berita yang kurang mengenakan kedua, jelas Andreas Hugo Pareira, adanya kebijakan efesien anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap sejumlah kementerian dan lembaga. Kebijakan tersebut menyebabkan pemotongan anggaran termasuk pada bidang pendidikan.
“Ini realita yang akan kita hadapi kedepannya, karena menang banyak anggaran yang terserap untuk makan siang gratis. Tapi adik-adik yang sudah terima ini tidak usah kuatir karena akan dapat sampai selesai,” ujarnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, ia perlu menyampaikan dua informasi yang tak mengenakan itu karena masih banyak masyarakat yang bertanya kepadanya perihal beasiswa PIP dan KIP.
“Saya perlu sampaikan ini kepada masyarakat karena dua situasi yang saya hadapi ini. Pertama situasi karena perpindahan komisi dari komisi X ke komisi III dan kedua situasi berkaitan dengan kebijakan nasional,” ungkapnya.













