SPPG ini melayani anak-anak SD, SMP, SMA, bayi dan balita, serta para guru dan ibu guru yang berada di Kecamatan Ende Timur.
“Mudah-mudahan ke depan bisa berjalan dengan baik. Ini adalah program strategis pemerintah. Walaupun kita belum sekencang wilayah Jawa dan Bali, namun untuk NTT kita sudah masuk kategori cukup baik,” kata Dominikus.
Dominikus juga mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Ende masih menghadapi pekerjaan rumah besar, khususnya pembangunan SPPG di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Untuk wilayah 3T, pemerintah menargetkan pembangunan 151 SPPG, sementara yang baru masuk portal baru 10 SPPG.
“Kita upayakan percepatan. Ke depan akan dilakukan monitoring secara periodik agar seluruh SPPG berjalan sesuai SOP yang ditetapkan oleh BGN,” tambahnya.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Ende, Aliando Djogo, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 11 SPPG di Kabupaten Ende yang melayani sekitar 28 ribu penerima manfaat dari target total 90 ribu orang. Penerima manfaat mencakup pelajar, ibu hamil, bayi, dan balita.













