Siswa-siswi SD Kotakeo, SDK Kotakeo, dan SMPS Santo Petrus Lokatadho membentuk pagar betis di sepanjang jalan Wolopau hingga halaman gereja sambil mengibarkan bendera merah putih serta kuning putih. Rombongan diterima dengan pengalungan, tarian, dan alunan musik tradisional Beghu.
Penyambutan adat dilakukan oleh tokoh adat Bapak Stanislaus Tegu melalui sapaan adat yang penuh makna, dilanjutkan ritual Pa Badha berupa pengenaan pakaian adat kepada Uskup Agubg dan perwakilan keluarga. Bapak William Yani Wea, putra sulung Bapak Yakob Nuwa Wea, disambut khusus dengan pakaian adat kebesaran Nagekeo.
Dalam prosesi adat tersebut, perwakilan keluarga, Bapak Klaudius Audy Wea, melakukan ritual Pebho Telo yang didampingi oleh tokoh adat Bapak Marselinus Seda. Puncak acara ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau sebagai hewan kurban, yang dipimpin oleh Mgr Paulus Budi Kleden SVD, sebagai ungkapan syukur kepada Allah Sang Pencipta.
Ucapan selamat juga datang dari putera Jacob Nuwa Wea, Bapak Andi Gani Nena Wea melalui tayangan video, diiringi tabuhan Beghu, gendang, dan irama bambu tradisional yang menggema penuh sukacita.













