“Jangan lihat nilainya, karena memang tidak seberapa. Tapi lihatlah niat tulus kami untuk berbagi dari kekurangan yang kami miliki,” ujar Petrus.
Sementara itu, Wakil Ketua KUB, Saturninus Eny, menyampaikan apresiasi kepada para pengelola panti yang dengan penuh kasih melayani anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya kagum dengan para pengelola yang rela memberi diri untuk mengurus anak-anak ini. Tidak semua orang mampu melakukan hal seperti itu,” ungkapnya.
Pembimbing Panti Anak Berkebutuhan Khusus Wua Mesu, Lin, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan umat KUB Bunda Penolong Abadi.
“Kami tidak bisa membalas kebaikan bapak ibu yang sudah datang membawa bantuan untuk kami. Doa kami semoga Tuhan membalas kebaikan ini,” ucap Lin penuh haru.
Sebagai informasi, Panti Anak Berkebutuhan Khusus Wua Mesu berada di bawah naungan Yayasan Mite Wangge Leton Maran dan saat ini menampung 28 anak dari berbagai daerah di Pulau Flores. Meski masih menghadapi kendala karena belum memiliki izin operasional resmi dari pemerintah, para pengelola tetap menjalankan pelayanan dengan penuh kasih.













