Scroll untuk baca artikel
ads

Lagu Beleleha, Sebuah Perayaan Musik Tradisi dari Moodbreaker

×

Lagu Beleleha, Sebuah Perayaan Musik Tradisi dari Moodbreaker

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250812 WA0038
Penampilan Moodbreaker saat perhelatan Festival Maumerelogia 5 di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Mei 2025.

“Lalu kita kemas dengan beat “Badublabat-Gong Waning” khas daerah Sikka yang teman-teman Moodbreaker coba hidupkan dengan instrumen-instrumen paling dekat dengan keseharian dan yang mereka geluti,” ujar Ricky, Senin, 11 Agustus, 2025.

Pantun pada bagian tengah ditulis oleh Ignasius Iksandro, seniman Maumere yang adalah penulis lagu “Wineng.”

Advertising
ads
Advertising

Selain menggebuk drum, Ricky juga berperan menambahkan syair indah berbahasa Krowe-Sikka yang berbunyi: “Nian Sikka tana Alok, tana amin riwun ngasun tana menik duden dadin, duden dadin tena meten,” dan “Mogat teri jaga plamang, ia na megu mole mo’ong, megu mo’ong mogat sawen Maumere Manise.”

“Syair ini secara garis besar mau menegaskan kepada kita semua untuk tetap baku jaga-baku sayang,” ucapnya.

Baca Juga :   Kecam Aksi Demo di Kantor PBNU Jakarta, Ketua GP Ansor NTT: Tidak Mencerminkan Karakter Gusdur

Vokalis Knife and Sunflowers ini menambahkan, Moodbreaker juga tengah menggarap beberapa lagu baru. Mereka masih semangat mengeksplorasi musik-musik etno tradisi; suara-suara yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari di Flores.

Tidak butuh waktu lama, Beleleha sudah mulai diputar di tenda-tenda pesta mengiringi masyarakat yang ingin merayakan hidup.