Scroll untuk baca artikel
ads

PJ Bupati Boni Ajak Stakeholder Bersama Wujudkan Pelayanan Kesehatan Terintegrasi di Matim

×

PJ Bupati Boni Ajak Stakeholder Bersama Wujudkan Pelayanan Kesehatan Terintegrasi di Matim

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000834732

RAKYATFLORES.COM | BORONG-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, (Pemkab Matim), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes Matim) melaunching atau meresmikan dan mensosialisasikan Integrasi Layanan Primer (ILP) tahun 2024, di Aula Kevikepan Borong, Kamis, 25 Juli 2024.

Launching ILP tingkat kabupaten Matim tahun 2024 itu, merupakan komitmen dari pemerintah daerah dalam mendukung program Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dalam rangka mewujudkan transformasi pelayanan bidang kesehatan di daerah tersebut.

Advertising
ads
Advertising

Kegiatan ini dihadiri oleh masing-masing perwakilan dari Dinas PMD, Bapelitbangda, Dinas Kominfo, Bagian prokopim, Dinas BP2KBP3A, Para Camat se-kabupaten Manggarai Timur, Kepala Desa lokus ILP sebanyak 10 Desa, Tim ILP Kabupaten, NGO momentum, LSM GNI, dan Kepala Puskesmas se-kabupaten Matim.

Baca Juga :   Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Korban Bencana Tanah Longsor di Manggarai Timur

Penyelenggaraan ILP ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj. Sekda Matim, kemudian dilanjut dengan pemantauan kegiatan stimulasi Screening Kesehatan melalui praktik posyandu siklus hidup dan alur pelayanan versi ILP yang difasilitasi oleh Puskesmas Borong sebagai Faskes pilot projects penerapan ILP.

Tahap awal penerapan ILP dilaksanakan di 10 Puskesmas Lokus yaitu Puskesmas Borong, Puskesmas Lawir, Puskesmas Lalang, Puskesmas Mano Puskesmas Ketang, Puskesmas Colol, Puskesmas Waelengga, Puskesmas Lengko Ajang dan Puskesmas Pota, dan Puskesmas Borong.

Dalam sambutan PJ Bupati Matim, Ir. Boni Hasudungan Siregar yang dibacakan oleh Pj Sekda Matim, Gonsa Tombor, mengajak segenap stakeholder terkait untuk memiliki komitmen bersama, bergerak lebih cepat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan terintegrasi melalui penerapan ILP 2024.

Baca Juga :   Tiga Tahun Berturut-turut, Ribuan Ibu Hamil di Manggarai Timur Alami Kekurangan Energi Protein