Scroll untuk baca artikel
ads

Empat “Tas” Kriteria Cawagub Pilihan Ansy Lema

×

Empat “Tas” Kriteria Cawagub Pilihan Ansy Lema

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000770740

RAKYATFLORES.COM | JAKARTA-Setelah menerima Surat Tugas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon Gubernur NTT, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) langsung melakukan serangkaian langkah persiapan dan koordinasi. Salah satu langkah prioritas adalah menemukan pasangan calon wakil gubernur (cawagub) yang tepat untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTT 2024.

“Salah satu langkah awal yang menjadi prioritas saya adalah menemukan calon wakil yang tepat. Ada beberapa kriteria yang akan mendasari pilihan saya. Kriteria pertama adalah Takut akan Tuhan,” urai Ansy Lema di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024.

Advertising
ads
Advertising

Ansy mengaku sudah melakukan komunikasi dengan bakal cawagub yang akan mendampinginya dan pada saat yang tepat akan diumumkan kepada publik. Ia mengaku, ia telah mempertimbangkan bacawagub yang akan mendampinginya berdasarkan berbagai aspek.

Baca Juga :   Loper Koran Asal NTT Kembali Dilantik Jadi Anggota DPD RI

Ansy lantas menjelaskan, pemimpin yang “Takut akan Tuhan” adalah pemimpin yang memimpin dengan hikmat Tuhan. Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Artinya, figur cawagub selalu berusaha mencari dan menemukan kehendak Tuhan ketika merencanakan, memutuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan publik. Bekerja tulus mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kemanusiaan adalah prinsip-prinsip yang sejalan dengan ajaran Tuhan.

Ansy menjelaskan, pemimpin yang “Takut akan Tuhan” selalu mencari tuntunan ilahi dalam mengemban setiap tugas akan memotivasi seorang pemimpin dalam mengejawantahkan nilai-nilai spiritualitas dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Inilah prinsip “TAS” pertama, yaitu spiritualitas dalam kepemimpinan publik. Jika memulai sesuatu dilandasi dengan tuntunan ilahi, maka seorang pejabat publik akan terdorong untuk selalu melayani kebutuhan sesama, solider, berempati pada kepentingan umum, dan berpihak pada mereka yang lemah dan terabaikan,” jelas anggota Komisi IV DPR RI ini.