Bandara tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses investasi, serta mendukung distribusi barang dan jasa.
Gempa bumi dan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, kata dia, menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem transportasi udara Flores yang berada di kawasan Ring of Fire.
Dalam diskusi tersebut, Justino yang berkecimpung dalam industri dirgantara Habibie Aerospace juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap rencana pembangunan Bandara Mbay.
“Gempa dan erupsi Gunung Lewotobi membuat kita harus berpikir ulang atau mereview khusus soal transportasi udara Flores di wilayah Ring of Fire. Tentu saya pun harapkan agar Pemda Nagekeo menyikapi serius karena soal lahan bandara selama ini masih menemukan kendala karena beririsan dengan lokasi pembangunan Brigif. Apakah kita perlu memikirkan lokasi baru, tentu sangat realistis,” tegasnya.
Lokasi Harus Tepat
Persoalan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam rencana pembangunan Bandara Mbay.













