Layanan penerbangan komersial dimulai pada 1974 melalui penerbangan Garuda Indonesia pada rute Jakarta-Solo. Pada 1992, pengelolaan bandara beralih dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada Angkasa Pura I. Selanjutnya, pada 2024, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II resmi bergabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia, yang dikenal sebagai InJourney Airports.
Pada musim haji 2024, Bandara Adi Soemarmo juga mulai menyediakan layanan Makkah Route, yaitu fasilitas jalur cepat yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sebelum jemaah berangkat dari Indonesia. Layanan ini membantu memperlancar perjalanan dan meningkatkan kenyamanan jemaah Embarkasi Solo.
Angkasa Pura Supports merupakan bagian dari kelompok InJourney Aviation Services (IAS), dengan layanan yang mencakup pengelolaan fasilitas, penyediaan tenaga kerja, serta penyediaan dan pemeliharaan peralatan. Dalam kegiatan di bandara, layanan tersebut mendukung kebersihan, pengelolaan parkir, kesiapan fasilitas, dan kebutuhan tenaga operasional sesuai lingkup pekerjaan yang dipercayakan kepada perusahaan.













