William kemudian lebih jauh mempertanyakan urgensi dan relevansi keberadaan batalyon di Nagekeo, terutama bagi masyarakat setempat. Pengalaman sadis yang menimpa Prada Lucky kiranya menjadi evaluasi penting bagi keberlanjutan batalyon di Nagekeo.
Menurut William, evaluasi ini perlu menjadi perhatian serius, karena mencerminkan tindakan tentara terhadap tentara, apalagi Prada Lucky adalah juga anak tentara. Hal ini tidak bisa dibayangkan oleh orang sipil seperti warga lokal di sekitar Batalyon.
William Yani Wea yang juga merupakan kandidat doktor di IPDN merasa pihatin dan terpukul ketika melihat video tentang jeritan seorang ayah ketika jenazah anaknya harus menunggu lama untuk di otopsi di Rumah Sakit Kupang . Jeritan yang penuh luka batin dari seorang ayah yang juga tentara ketika anaknya penuh penderitaan
“Sebagai putera daerah asli Nagekeo, saya sedih, kecewa dan sangat memakhlumi kemarahan, perasaan spontan orang tua Prada Lucky. Itu sangat manusiawi sebagai orang tua,” ungkap William.













