Scroll untuk baca artikel
ads

Mengapa Kita Harus Bijak Memilih Pemimpin: Menolak Politik Uang dan Memilih Berdasarkan Kompetensi

×

Mengapa Kita Harus Bijak Memilih Pemimpin: Menolak Politik Uang dan Memilih Berdasarkan Kompetensi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000963675

4. Jangan Terjebak dengan Janji Kosong dan Pencitraan: Potensi Risiko dan Peluang

Potensi Risiko:
Pencitraan politik yang berlebihan sering kali menipu pemilih, mengarahkan mereka untuk memilih pemimpin yang hanya populer tapi tidak kompeten. Di NTT, ada beberapa contoh di mana pemimpin terpilih hanya karena pencitraan, namun setelah menjabat, mereka tidak dapat memenuhi janji-janjinya. Contoh, ada janji pembangunan jalan baru yang digaungkan dalam kampanye besar-besaran tidak pernah terealisasi, dan masyarakat akhirnya dikecewakan.

Advertising
ads
Advertising

Peluang:
Peluangnya, jika masyarakat lebih kritis terhadap janji-janji kampanye dan lebih fokus pada program kerja konkret, hal ini dapat mencegah munculnya pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan. Pemimpin dengan visi jelas tentu akan fokus pada peningkatan layanan kesehatan misalnya dapat membangun 10 pusat kesehatan masyarakat baru, dapat memberikan perubahan signifikan yang berkelanjutan.

Baca Juga :   Peran Asesmen Diagnostik Kognitif Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat NTT dalam Pembelajaran Diferensiasi di SD

Kesimpulan:

Membentuk Target Kerja Pemerintah yang Tepat melalui Pemilihan yang Bijak