Scroll untuk baca artikel

Rendahnya HDI NTT, Alarm Pembangunan Manusia yang Tak Boleh Diabaikan

×

Rendahnya HDI NTT, Alarm Pembangunan Manusia yang Tak Boleh Diabaikan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250918 WA0015
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Oleh Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Tokoh NTT Asal Ende di Jakarta dan Pemerhati Pembangunan Daerah

Advertising
ads
Advertising

“Jalan boleh rusak, listrik boleh padam, tapi jika manusia dibangun dengan pendidikan, kesehatan, dan kejujuran, maka masa depan NTT akan tetap bercahaya.” Dr.Ir. Karolus Karni lando, MBA

OPINI, RAKYATFLORES.COM-Membaca grafik peringkat sumber daya manusia (SDM) dari 38 provinsi di Indonesia berdasarkan Human Development Index (HDI) tahun 2024, posisi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup memprihatinkan. NTT berada di peringkat ke-35 atau keempat terendah, hanya sedikit lebih baik dari Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Skor HDI NTT tercatat 67,90, jauh tertinggal dari rata-rata nasional 74,39. Kesenjangan makin terasa bila dibandingkan dengan DKI Jakarta (83,08) atau DI Yogyakarta (81,55). Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata keterbelakangan pembangunan manusia di NTT.

Baca Juga :   Tanggapan atas Opini “Gonjang Ganjing Perubahan APBD Ende Tahun Anggaran 2025”

Rendahnya HDI NTT tak lepas dari tiga dimensi utama: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Di bidang pendidikan, akses sekolah menengah hingga perguruan tinggi masih terbatas, terutama di pedesaan dan pulau-pulau kecil. Tingkat putus sekolah SMP-SMA relatif tinggi. Kualitas guru pun belum merata, dengan konsentrasi besar di kota, sementara sekolah unggulan yang mampu mencetak lulusan berdaya saing masih langka.