Dari sisi ekonomi, modernisasi pertanian, pemberdayaan UMKM, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur dasar jadi kunci. Pemanfaatan energi terbarukan seperti surya, angin, dan mikrohidro penting bagi wilayah terpencil. Semua ini harus berjalan dengan tata kelola transparan, akuntabel, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Kabupaten Ende turut menyumbang rendahnya capaian HDI NTT. Di bidang pendidikan, angka putus sekolah masih tinggi, fasilitas terbatas, distribusi guru timpang. Solusi yang bisa ditempuh antara lain memperluas beasiswa, meningkatkan akses digital, serta menjalin kerja sama dengan sekolah swasta seperti YASUKEL yang dikelola Keuskupan Agung Ende.
Dalam kesehatan, stunting dan gizi buruk masih jadi ancaman. RSUD Ende kekurangan tenaga dan fasilitas, sementara akses air bersih terbatas. Percepatan penanganan stunting, peningkatan kapasitas RSUD, penambahan puskesmas keliling, hingga pembenahan PDAM mutlak dilakukan. Praktik korupsi dalam pengelolaan anggaran kesehatan juga harus diberantas agar layanan benar-benar untuk masyarakat.











