Selamat Datang di Rumah NTT; Jokowi, Rakyat, Adat, dan Persaingan Politik

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260801 221726
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA POS KUPANG AWARD 2025, “ Putra NTT Pelopor Kualitas dan Kepatuhan Internasional".

Karena itu, penganugerahan gelar “Raja Timur” kepada Jokowi hendaknya dibaca sebagai bahasa budaya dan simbol penghormatan masyarakat adat. Gelar tersebut bukan perebutan kekuasaan negara, melainkan pernyataan persaudaraan, penerimaan, dan penghargaan dari para raja serta masyarakat adat Timor kepada seorang tokoh nasional yang mereka nilai mempunyai hubungan khusus dengan NTT.

Kritik, Protes, dan Kebebasan Demokrasi

Sebagian pihak memprotes kunjungan Jokowi karena menilainya sebagai safari politik. Ada pula yang membawa berbagai kontroversi nasional ke dalam pembicaraan mengenai kunjungan tersebut.

Dalam demokrasi, protes dan kritik merupakan hak warga negara. Orang boleh tidak menyukai Jokowi. Orang boleh menolak PSI. Orang boleh mempertanyakan kepentingan politik di balik kunjungan tersebut.

Namun, hak untuk mengkritik harus berjalan bersama kewajiban menghormati hak orang lain. Jokowi berhak datang ke NTT. PSI berhak mengundangnya. Masyarakat berhak menyambutnya. Para pemangku adat berhak memberikan penghormatan menurut tradisi mereka. Pada saat yang sama, pihak yang tidak setuju juga berhak menyampaikan penolakan secara damai.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version