Karena itu, penganugerahan gelar “Raja Timur” kepada Jokowi hendaknya dibaca sebagai bahasa budaya dan simbol penghormatan masyarakat adat. Gelar tersebut bukan perebutan kekuasaan negara, melainkan pernyataan persaudaraan, penerimaan, dan penghargaan dari para raja serta masyarakat adat Timor kepada seorang tokoh nasional yang mereka nilai mempunyai hubungan khusus dengan NTT.
Kritik, Protes, dan Kebebasan Demokrasi
Sebagian pihak memprotes kunjungan Jokowi karena menilainya sebagai safari politik. Ada pula yang membawa berbagai kontroversi nasional ke dalam pembicaraan mengenai kunjungan tersebut.
Dalam demokrasi, protes dan kritik merupakan hak warga negara. Orang boleh tidak menyukai Jokowi. Orang boleh menolak PSI. Orang boleh mempertanyakan kepentingan politik di balik kunjungan tersebut.
Namun, hak untuk mengkritik harus berjalan bersama kewajiban menghormati hak orang lain. Jokowi berhak datang ke NTT. PSI berhak mengundangnya. Masyarakat berhak menyambutnya. Para pemangku adat berhak memberikan penghormatan menurut tradisi mereka. Pada saat yang sama, pihak yang tidak setuju juga berhak menyampaikan penolakan secara damai.
