Masyarakat NTT memiliki harga diri, kehendak, serta kemampuan untuk menentukan sendiri siapa yang ingin mereka temui, sambut, hormati, atau dukung.
Memahami Kultur Masyarakat NTT
Untuk memahami besarnya penyambutan tersebut, kita perlu memahami kultur masyarakat NTT. NTT terdiri atas beragam suku, bahasa, kerajaan, komunitas adat, dan tradisi. Meskipun setiap wilayah mempunyai tata cara yang berbeda, terdapat nilai umum yang kuat dalam kehidupan masyarakat NTT, yaitu penghormatan kepada tamu.
Dalam tradisi masyarakat Timor, Flores, Sumba, Alor, Rote, Sabu, Lembata, dan berbagai pulau lainnya, kedatangan seorang tamu penting merupakan kehormatan bagi masyarakat. Tamu dapat disambut dengan kain tenun, tarian tradisional, musik daerah, sapaan adat, sirih pinang, topi adat, doa, atau simbol-simbol penghormatan lainnya.
Bagi masyarakat NTT, seorang pemimpin besar yang bersedia datang dari jauh, turun dari kendaraan, berjalan bersama rakyat, masuk ke kampung, menyapa orang kecil, dan mendengarkan masyarakat akan meninggalkan kesan yang mendalam.
Kedekatan seperti itu sering kali lebih mudah diingat masyarakat daripada pidato panjang, laporan statistik, atau perdebatan politik di televisi.
