Lalu bagaimana jika PT 7% benar-benar diterapkan pada pemilu 2029?
Simulasi data hasil pemilu 2024, menggambarkan bahwa dengan kenaikan PT 7% pada pemilu 2029 pun 8 partai yang sekarang ada di Senayan masih berpeluang lolos, dengan suara terendah PAN 7,24% dan Demokrat 7,43%. Suara terbuang tidak jadi kursi tetap 17,3 juta. Namun resiko sesungguhnya ada pada goncangan kecil. Dalam Pemilu, naik-turun 1% adalah hal biasa. Jika pada pileg 2029 nanti PAN dan Demokrat turun sedikit saja menjadi 6,9%, maka suara terbuang akan menjadi: 17,3 juta + 11,2 juta (Demokrat) + 10,9 juta (PAN) menjadi total 39,5 juta suara atau 26,07%. Artinya bahwa, pemilih yang antre di TPS, suaranya tidak menghasilkan wakil di DPR RI.
Dampak untuk NTT, 13 Kursi yang Dipertaruhkan
Provinsi NTT terbagi dalam dua daerah pemilihan (dapil) pemilu DPR RI, yaitu dapil NTT 1 meliputi Flores, Lembata, dan Alor dengan kuota 6 kursi, dan dapil NTT 2 meliputi Timor, Sumba, Sabu Raijua, Rote Ndao dengan kuota 7 kursi. Total 13 kursi untuk sekitar 5,6 juta penduduk NTT. Di NTT 2, berdasarkan pleno KPU NTT Maret 2024, persaingan sangat ketat. Dimana Golkar meraih 251.096 suara, NasDem 205.852, Gerindra 203.405, Demokrat 199.311, PDIP 194.806, dan PKB 100.765. Dengan metode perhitungan Sainte-Laguë yang digunakan, 7 angka terbesar itulah yang menjadi 7 kursi. Golkar mendapat 2 kursi yaitu kursi ke-1 dan ke-7 dengan hitungan 251.096 dibagi 3 menjadi 83.698, sisanya masing-masing 1 kursi.













