“Jika ada waktu, Bapak Dirjen dan rombongan, mungkin sebentar kita bisa lihat bersama, karena lokasinya tidak jauh dari sini. Pemilik tanah juga sudah ada disini,” ujarnya.
Ia mengaku, jika dilihat dari fasilitas yang tersedia, memang masih sangat jauh dari harapan untuk menjadikan SMAK Negeri Ende menjadi sekolah unggul. Namun berkat instruksi dari Dirjen, maka pihaknya berkeyakinan berkat kerja keras maka sekolah tersebut bisa menjadi sekolah unggul.
Selain itu, ungkap Rofinus, pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga fokus pada bidang akademik dengan tertib dan disiplin kegiatan belajar mengajar.
“Dimana sebelum 15 menit masuk kelas, kami akan memberikan pree test kepada para siswa yang akan dipandu oleh tim kurikulum dengan 1-3 soal. Tujuannya para siswa diingatkan kalau besok itu ada pree tes atau ada post test dengan pemberian tugas, maka mereka akan fokus pada persiapan belajar untuk hari besoknya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payong menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Dirjen Bimas Katolik Kemendag RI yang telah memberikan perhatian khusus kepada SMAK Negeri Ende.
Sebab, dana sebesar satu miliar untuk pengembangan SMAK Negeri Toba di kampung halamannya Dirjen dialihkan untuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium komputer SMAK Negeri Ende.













