Ia juga menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini dilakukan di SMAK Langa karena sudah terjadi kasus di Ngada yaitu seorang pelajar SD melakukan bunuh diri. Hal ini terjadi karena ada perubahan perilaku. Menurutnya perubahan perilaku sering terjadi ketika peserta didik mengalami masa peralihan dari remaja menuju dewasa muda. Hal ini sering terjadi pada usia SMA dimana peserta didik sering mengalami kebingungan.
“Kami melihat bahwa perubahan perilaku sering terjadi ketika memasuki masa-masa SMA. Masa SMA adalah peralihan dari masa remaja menuju dewasa muda sehingga mereka sering kehilangan arah. Mereka haus akan validasi karena masih mencari jati dirinya,” ucap dr. Georgy.
Sebagai dokter yang bertugas di Puskesmas Langa, dirinya dan teman-teman merasa perlu untuk memberikan perhatian kepada SMAK Langa. Perhatian ini dilakukannya dengan menggelar kegiatan edukasi agar dapat mengetahui dan mengeliminasi kesehatan mental peserta didik. Menurutnya ketika terjadi masalah, Kepala sekolah, guru BK, orang tua, dan masyarakat maupun petugas Puskesmas dapat bersinergi menyelesaikan masalah secara bersama dan bukan menjadi beban yang harus ditanggunga oleh peserta didik.













