RAKYATFLORES.COM | ENDE-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Ende bekerjasama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) untuk melakukan pelatihan tentang transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di SD Katolik Wololele B, Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Jumat-Sabtu 28-29 Juni 2024.
Pelatihan ini merupakan pilot project pertama di Provinsi NTT. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara para pihak di ruang rapat Bupati Ende, Kamis 27 Juni 2024 pagi.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Sekda Ende, Gusty Ngasu, Direktur SEAMEO CECCEP Prof. Vina Adriany, Kepala BPMP NTT Herdiana, Kadis P dan K Ende Mensy Tiwe, dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, Mensy Tiwe mengatakan bahwa, sejak pemerintah melakukan transformasi pendidikan melalui peluncuran kurikulum merdeka belajar, sudah ada 27 episode yang dikeluarkan pemerintah. Sepanjang episode tersebut, episode ke-24, mengatur tentang transisi PAUD ke SD yang menyenangkan yang baru saja diluncurkan pada bulan Januari 2024 yang lalu.
“Episode ini wajib dijalankan oleh pemerintah kabupaten Ende dalam hal ini Dinas P dan K Kabupaten Ende. Memang ini adalah hal baru, karena Ende menjadi pilot projectnya untuk NTT,” ungkapnya.
Mensy menjelaskan, selama ini terjadi miskonsepsi di masyarakat bahwa pada saat masuk kelas satu SD, para siswa harus melakukan baca, tulis, dan hitung. Menurutnya sekolah tidak boleh mewajibkan anak untuk membaca, menulis, dan menghitung. Hal itu karena negara melihat sebagai hak anak untuk tidak ditekan dengan kemampuan tersebut.













