Melihat pada perjalanan politiknya, Ansy Lema dan Bung Karno berada dalam koridor perjuangan yang sama. Jika Soekarno muda berhasil menumbangkan penjajah dan memerdekakan Indonesia, maka Ansy Lema muda adalah salah satu pemimpin pergerakan mahasiswa 98 yang berhasil menumbangkan rezim totaliter Orde Baru dan membawa angin segar bagi demokrasi di Indonesia.
Kemudian, saat terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024, Ansy Lema dengan sadar memilih duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Peternakan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kelautan dan Kelautan Perikanan. Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan bahwa dirinya sengaja memilih komisi tersebut agar dapat secara optimal membantu masyarakat marjinal NTT yang notabene berprofesi sebagai nelayan, petani dan peternak. Kiprah politik Ansy Lema didasari oleh pijakan ideologis yang kokoh, yakni menghadirkan kesejahteraan dan keadilan serta berpihak pada rakyat miskin.
Bahkan, dirinya menggagas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar pada mereka yang berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan. Dirinya merubah akronim plesetan NTT yang negatif dari Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong menjadi Nelayan Tani Ternak.
Selain memiliki rekam jejak politik yang serupa, Ansy Lema juga memiliki ikatan ideologis dengan Bung Karno. Calon Gubernur NTT dengan tagline “Manyala Kaka” ini adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang memiliki sejarah panjang di republik ini dan partai yang konsisten menghidupkan dan mengamalkan pikiran-pikiran Bung Karno hingga sekarang.
Mantan Anggota DPR RI ini juga merupakan pria berketurunan asli Ende, tempat di mana Soekarno duduk merenung dan merumuskan butir-butir Pancasila yang kini menjadi falsafah bangsa dan dasar negara Indonesia.
“Saya adalah anak ideologis Soekarno, asal Ende. Asal NTT. Spirit perjuangan Soekarno saya wujudkan secara nyata dalam perjuangan saya membantu kaum miskin atau kaum Marhaen di NTT, yaitu para petani, peternak, dan nelayan. Mereka adalah dasar perjuangan saya untuk memajukan Tanah Flobamora ini,” terang Mantan Juru Bicara Ahok tersebut.













