Scroll untuk baca artikel
ads

Ansy Lema Kunjungi Kampung Frans Seda di Desa Bhera Kabupaten Sikka

×

Ansy Lema Kunjungi Kampung Frans Seda di Desa Bhera Kabupaten Sikka

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001091782

Frans Seda adalah pendiri dan perintis Yayasan Atma Jaya dan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya. Pria yang merintis penerbangan dan pelayaran perintis ke berbagai daerah di wilayah timur Indonesia ini tercatat sebagai rektor pertama Unika Atmajaya.

Sebagai putra yang sama-sama berasal dari Suku Lio, Ansy Lema menyebutkan bahwa Frans Seda adalah tokoh bangsa yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai seperti Pro Ecclesia Et Patria (Demi Negara dan Gereja) dan Salus Populi Suprema Lex (Kesejahteraan Rakyat adalah Hukum Tertinggi). Menurutnya, Frans Seda adalah tokoh yang selalu mengamalkan nilai-nilai tersebut dengan selalu hadir untuk gereja, negara, dan masyarakat.

Advertising
ads
Advertising

“Saya adalah orang yang suka membaca bukunya Opa Frans Seda, membaca tulisan-tulisannya, mendengar pidato dan wawancaranya, dan bagi saya beliau orang hebat. Kalau bicara Pro Ecclesia Et Patria, kalau bicara Salus Populi Suprema Lex, kita ingat Opa Frans Seda. Itulah beliau,” pungkas politisi dengan tagline “Manyala Kaka” itu.

Baca Juga :   Tiga Hasil Survei Elektabilitas Calon Gubernur NTT Ansy Lema Selalu Teratas

Sementara itu, Moses Mesi, salah seorang tokoh masyarakat di kampung masa kecil Frans Seda menyampaikan rasa terima kasih atas kedatangan Ansy Lema. Menurutnya, jika di masa lalu NTT punya Frans Seda maka sekarang NTT akan memiliki Frans Lema (panggilan untuk Ansy Lema). Dirinya menerangkan bahwa Frans Seda dan Frans Lema memiliki beberapa kesamaan dan salah satunya adalah berhasil mengharumkan nama NTT di kancah politik nasional.

Moses juga menyampaikan bahwa tagline yang diusung oleh Ansy Lema, yakni “Manyala Kaka” memiliki makna filosofis bahwa seorang pemimpin harus membawa terang bagi masyarakat. Makna ini membuat dirinya teringat pada sebuah kata bijak “hendaklah terang itu berada pada tempat yang gelap”.

Baca Juga :   Golkar Resmi Usung Gadi Djou-Balleti di Pilkada Ende 2024, Megi Sigasare; Kita Siap Menangkan!

Ia kemudian berpesan agar Ansy Lema senantiasa menjadi terang di tempat yang tepat, di tempat yang gelap. Terang adalah simbol harapan baru untuk menghadirkan kemajuan.