RAKYATFLORES.COM | ENDE-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ende kembali menggelar debat ketiga atau debat terakhir pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Ende di Aula Gereja Onekore, Kota Ende pada, Selasa 19 November 2024 pagi.
Pada debat pamungkas tersebut, para paslon kembali menyampaikan visi dan misi serta program kerja mereka dalam membangun Kabupaten Ende lima tahun kedepan.
Memasuki sesi kedua debat, para paslon menjawab pertanyaan yang telah disusun oleh panelis. Menariknya pada paslon nomor urut empat yakni Dr. Laurentius Gadi Djou dan Damran E. Balleti )Gadi Djou-Balleti) yang mendapat pertanyaan dari panelis seputar tata kelola pemerintahan daerah yang transparan.
Moderator debat, Brigita Manohara kemudian membacakan pernyataan dari panelis yang berbunyi sejarah menunjukan bahwa Pancasila lahir sebagai solusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang merdeka dari feodalisme dan kolonialisme.
Akan tetapi sampai saat ini penyelenggaraan pemerintahan di daerah masih belum bebas dari praktik feodalisme. Istilah raja-raja kecil di daerah sampai dengan birokrasi di pemerintahan daerah yang bercorak patrimonialisme merupakan bukti nyata gagalnya internalisasi nilai pancasila.
“Pertanyaannya, apa strategi paslon untuk melakukan internalisasi nilai pancasila untuk melawan birokrasi patrimonialisme di Kabupaten Ende,” tanya Brigita Manohara.











