Mendengar pertanyaan tersebut, Pasangan Calon Bupati Ende, Lori Gadi langsung menjawab. Menurutnya ada sejumlah program untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang transparan dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.
Salah satu programnya adalah ASN yang berkompeten. Program tersebut didesign untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang inklusif, partisipatif, serta mendorong keterlibatan warga dengan berbagai inisiatif utama yakni menyelenggarakan musyawarah desa dan kota secara rutin.
“Tapi pemainnya bukan DPR dan pemerintah, tetapi mosalaki (tokoh adat red;),” ungkapnya.
Lori Gadi Djou menambahkan, pihaknya akan membangun wadah aspirasi masyarakat dengan sistem digitalisasi sebagai upaya menyerap masukan dari berbagai pihak secara efektif dan efisien.
Keduanya juga akan meningkatkan kualitas SDM ASN dan pejabat daerah melalui pelatihan kepemimpinan yang beretika dan jujur agar keputusan yang diambil mencerminkan kepentingan masyarakat.
“Kami masih dengan pernyataan di debat yang pertama bahwa tugas bupati dan wakil bupati mengawal sekda dalam mengurus ASN supaya jauh dari intervensi politik. Karena intervensi politik itulah munculah raja-raja kecil di dalam pemerintahan. Kalau itu ditangani dengan baik, dikontrol dengan baik, maka saya yakin pemerintahan pasti bersih,” pungkasnya.











