Rudi Rohi berpendapat, jika Ansy Lema dapat memadukan semua keunggulan karakter personal tersebut, maka dia dapat menjadi pemenang pada Pilgub NTT 2024.
“Oleh karena itu, saya kira keputusan-keputusan berani seperti yang ditunjukkan Ansy perlu juga dibarengi dengan menunjukkan kapasitas pengetahuan dan pengalaman politiknya. Dengan begitu maka masyarakat NTT bisa melihat siapa calon pemimpin NTT ke depan yang dapat menjawab tantangan dan persoalan yang dihadapi daerah ini,” pesan Rudi.
Sebelumnya, Ansy Lema telah menandatangani surat pengunduran diri dari anggota DPR/MPR RI setelah mendapat Surat Tugas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk menjadi calon Gubernur NTT di Pilgub NTT 2024.
Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu menyatakan permohonan pengunduran diri Ansy Lema dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR/MPR RI Dapil NTT II masa bakti 2019-2024.
Tak hanya itu, mantan aktivis ’98 yang selalu lantang menyuarakan aspirasi rakyat NTT ini juga memohon pengunduran diri dari Caleg Terpilih PDI Perjuangan Dapil NTT II masa bakti 2024-2029, karena dia juga terpilih kembali sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024, 14 Februari lalu.
“Duh, saya harus meninggalkan DPR/MPR. Ada rasa sedih juga, sih. Tapi, ya, untuk rakyat NTT, ya, saya harus berani berkorban. Saya harus taruh jabatan saya di awal, berkorban di awal,” tegas Ansy Lema sesaat sebelum menandatangani surat pengunduran diri tersebut.











