Ia menambahkan, seorang sarjana yang dinila masyarakat mempunyai kemampuan lebih, baik itu dari aspek akademis maupun karakter diri. Oleh karena itu buktikan kepada masyarakat kinerja dan kepribadian saudara saat berada di tengah masyarakat sehingga kalian dinilai pantas dan layak menyandang predikat sebagai seorang sarjana.
Di tempat yang sama, Perwakilan Wisudawan Herman Rezeki Waruwu mengatakan, keberhasilan mereka hari ini bukan semata karena perjuangan mereka sendiri, tetapi STPM St. Ursula yang telah memberikan andil melalui proses perkuliahan dan pembentukan kepribadian mereka.
“Melalui proses yang telah kami lewati, kami berupaya sedapat mungkin untuk membentuk diri kami sebagai sarjana dengan segala kelebihan dan juga kekurangan. Menyadari akan hal itu kami akan mengingat semua pesan yang disampaikan kepada kami agar tetap rendah hati sesuai dengan nasihat dari Ketua STPM St. Ursula Ende,” ungkapnya.
Ia mengaku, menjadi seorang sarjana yang rendah hati tidaklah mudah. Ada kesombongan sebagai seorang sarjana pasti akan selalu menghantui. Meski demikian dengan menghidupi nilai-nilai pendidikan serviam yang merupakan ciri khas dari lembaga pendidikan STPM St. Ursula.
“Nilai-nilai pendidikan serviam ini akan kami akan kami hayati, kami amalkan dalam kehidupan kami,” ungkapnya.
Sebagai informasi, mahasiswa asal Pulau Nias, Provinsi Sumatra Utara bernama Herman Rezeki Waruwu menjadi wisudawan terbaik dengan mengantongi Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,76. Selain menjadi wisudawan terbaik, Rezeki juga menjadi wisudawan lulusan tercepat angkatan 2020/2021.











