“Misalnya, anak-anak NTT harus bisa menjadi tenaga kerja yang cakap di bidang pariwisata. Harapannya mereka dapat bekerja di bidang perhotelan, kapal pesiar, biro perjalanan wisata, kawasan wisata, maskapai penerbangan, atau membuka usaha sendiri. Harus menjadi anak-anak yang kompeten, mandiri, dan inovatif di bidang pariwisata,” terang pria dengan tagline “Manyala Kaka” tersebut.
NTT telah memiliki sejumlah sekolah vokasi. Misalnya, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani), Politeknik Negeri Kupang (PNK), Politeknik El Bajo, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Yang dibutuhkan adalah pengembangan-pengembangan lanjutan berupa kerja sama dengan dunia usaha skala besar dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bisa mendapatkan praktik kerja secara langsung.
Kuncinya ada pada link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Bagaimana kurikulum sekolah vokasi harus disinkronisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan industri agar penyerapan lulusan sekolah vokasi oleh industri dapat terjadi.
“Saya akan berupaya untuk membuat kerja sama-kerja sama dengan pihak ketiga. Setidaknya 60%-70% lulusan pendidikan vokasi dapat terserap ke dunia industri, sedangkan sisanya bisa berbisnis. Saya ingin agar kita menikmati hasil dari kekayaan alam kita sendiri. Jangan sampai orang luar yang menikmati. Jangan sampai daerah lain yang ambil untung dan kita jadi penonton,” tegas satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan itu.
Pria berdarah Ende-Belu itu menjelaskan bahwa bonus demografi yang saat ini sedang dialami oleh Indonesia akan menjadi sebuah berkah apabila keterampilan bagi angkatan kerja usia produktif telah disiapkan sejak dini. Jika pendidikan vokasi di NTT maju, maka kesempatan anak-anak NTT untuk masuk dalam dunia kerja akan lebih terbuka lebar.
Ansy bersama Jane telah merancang program NTT Sehat Cerdas Berkarakter, yang merupakan bagian dari lima program unggulan dalam Lima NTT Manyala milik Ansy-Jane. Untuk menuju pada NTT Sehat Cerdas, salah satu upaya konkrit yang bisa dilakukan adalah pendidikan vokasi.













