“Secara kasat mata memang terlihat hitam di bagian kulitnya. Namun saat dibuka kami pastikan pisangnya tidak busuk,” jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Gizi SPPG Ondorea, Yustina Novita Wea mengakui bahwa standar protein nabati dalam menu tersebut belum sepenuhnya memenuhi AKG. Gramasi kacang yang diberikan hanya 19 gram, sementara standarnya berada pada kisaran 20-25 gram.
“Untuk standar protein memang belum tercukupi karena suplai dari penyedia kurang,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada hari tersebut tidak tersedia susu karena stok di Kota Ende sedang habis. Susu yang tersedia di dapur berukuran 200 ml, sedangkan kebutuhan per porsi hanya 125 ml. Sebagai alternatif, kedepan pihaknya mengolah susu menjadi puding untuk dibagikan kepada siswa.
Sebagai informasi, SPPG Ondorea di Kecamatan Nangapanda saat ini melayani sebanyak 2.189 penerima manfaat dari 15 sekolah di Kecamatan Nangapanda mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama guna memastikan kualitas dan standar gizi program MBG tetap terjaga demi kepentingan para siswa.













