Ia juga mempertanyakan apakah menu yang diberikan telah memenuhi standar gizi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada koordinator kabupaten melalui koordinator kecamatan, Satgas Percepatan Pembangunan MBG di Ende, hingga tingkat provinsi.
“Kami datang tanpa tendensi apa pun, murni merespons keluhan masyarakat. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Syaiful juga menekankan pentingnya pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam setiap menu MBG agar hak anak-anak untuk memperoleh asupan bergizi terpenuhi secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Ondorea, Rosfitus Dan Api Daga, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa pisang yang didistribusikan pada pagi hari sekitar pukul 10:00 Wita dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Menurutnya, perubahan kondisi pisang kemungkinan terjadi karena faktor penyimpanan. Beberapa siswa yang sedang berpuasa membawa pulang makanan tersebut, sehingga pisang tersimpan cukup lama di dalam tas dengan suhu panas sehingga memungkinkan terjadi benturan.













