Scroll untuk baca artikel

Hanya Dua Kali Beroperasi Usai Revitalisasi, DPRD Ende Minta Pemprov NTT Aktifkan Kembali Pelabuhan Nangakeo

×

Hanya Dua Kali Beroperasi Usai Revitalisasi, DPRD Ende Minta Pemprov NTT Aktifkan Kembali Pelabuhan Nangakeo

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250819 WA0008
Kondisi pelabuhan penyebrangan Nangakeo di Desa Bheramari, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

ENDE, RAKYATFLORES.COM- Pelabuhan Penyeberangan Nangakeo di Desa Bheramari, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, nyaris tak berfungsi meski sudah direvitalisasi sejak Desember 2023. Tercatat, pelabuhan tersebut hanya dipakai dua kali lantaran kapal penyeberangan KMP. Sirung mengalami kerusakan.

Menyikapi hal itu, Pimpinan DPRD Ende, Flavianus Yanus Waro, meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera mengaktifkan kembali pelabuhan tersebut.

Advertising
ads
Advertising

“Kami minta pemerintah provinsi segera memfungsikan kembali Pelabuhan Nangakeo. Ini penting karena sejak direvitalisasi, pelabuhan baru beroperasi dua kali,” tegas Yanus Waro dalam keterangan tertulis yang diterima rakyatflores.com , Rabu 20 Agustus 2025.

Menurutnya, jika kembali difungsikan, pelabuhan ini akan memudahkan akses transportasi laut bagi masyarakat Ende khususnya, dan Pulau Flores pada umumnya.

Baca Juga :   Ketua Fraksi Amanat-Demokrat DPRD Ngada Reses di Desa Sambinasi Barat dan Tadho Tengah

Selain itu, pengoperasian pelabuhan juga diyakini dapat mendatangkan keuntungan ekonomi bagi warga sekitar serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Yanus Waro, pelabuhan Nangakeo mulai beroperasi kembali setelah revitalisasi pada Desember 2023. Sebelumnya, BPTD Kelas II NTT bersama KSOP Kelas IV Ende menggunakan Dermaga Ippi dan Dermaga Soekarno-Hatta sebagai alternatif.

Terdapat tiga lintasan pelayaran yang disubsidi Kementerian Perhubungan karena berstatus lintasan perintis, yakni Ende-Kupang (dan sebaliknya), Ende-Pulau Ende (dan sebaliknya), Ende-Sabu-Kupang (dan sebaliknya).

Pada tahun 2023, lintasan Ende-Kupang dan Ende-Pulau Ende dilayani KMP. Sirung, sementara lintasan Ende-Sabu-Kupang oleh ASDP. Namun sejak 2024, seluruh subsidi dialihkan ke KMP. Sirung sehingga ASDP tidak lagi melayani rute ke Ende.

Baca Juga :   Ratusan Personil Gabungan Patroli Berskala Besar Keliling Kota Labuan Bajo, Ada Apa?

Sayangnya, KMP. Sirung sempat docking pada Agustus 2024 hingga Januari 2025. Kapal tersebut hanya sempat beroperasi dua kali pada Februari dan Maret 2025 sebelum kembali rusak.

Akibatnya, sejak September 2024 hingga Agustus 2025 atau selama setahun penuh, KMP. Sirung hanya berlayar dua kali. Kondisi ini membuat Pelabuhan Nangakeo kembali tidak berfungsi sebagaimana mestinya.