“Bingung juga dia ni. Kalau yang gosipin dari luar biar aja. Tapi jangan digosipin ASN. Karena ASN bisa tanya sendiri. Tanya ke PU, ada atau tidak Ketua PKK kerja proyek,” ujarnya.
Yosef menekankan bahwa gosip tersebut perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi fitnah, terutama jika bersumber dari internal pemerintahan.
“Ini perlu saya jelaskan, kebetulan ada istri saya. Tapi dia bilang jangan. Saya bilang jangan, kalau dibiarkan orang pikir benar,” katanya.
Selain proyek fisik, Yosef juga menanggapi gosip terkait pelaksanaan El Tari Memorial Cup (ETMC). Ia mengungkapkan bahwa istrinya sempat digosipkan mendapat proyek penyediaan konsumsi selama kegiatan tersebut.
Yosef menjelaskan, keputusan melibatkan PKK dalam penyediaan konsumsi justru atas permintaannya sendiri, dengan tujuan menekan biaya pengeluaran.
“Karena pada saat Bupati Cup, makan minum 21 hari bisa habiskan lebih dari Rp. 200 juta. Bayangkan ETMC yang berlangsung satu bulan lebih hanya habiskan sekitar Rp. 140 juta. Jadi menghemat banyak,” jelasnya.













