Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda Papua. Tantangan sosial seperti kemiskinan, kekerasan, dan ketimpangan, menurutnya, harus dihadapi dengan memperkuat ketahanan keluarga yang berlandaskan iman, nilai budaya, dan semangat kebangsaan.
Dalam dialog interaktif, Cheroline membuka ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat Papua Barat. Ia menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, perlindungan hak-hak adat, serta pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pesan Natal yang menyejukkan. Cheroline mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Natal sebagai momentum mempererat persaudaraan, merawat toleransi, dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI.
“Allah hadir membawa keselamatan, dan tugas kita bersama adalah menghadirkan keselamatan itu dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya.













