RAKYATFLORES.COM | JAKARTA-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) siap mendukung program “One Village One Product” dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo untuk memperhatikan UMKM.
“Produk obat dan makanan berkontribusi secara maksimal untuk perekonomian nasional,” ujar kepala BPOM Taruna Ikrar dalam audiensi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena dan para bupati se-NTT di aula Gedung Rempah BPOM Jakarta, Kamis 20 Maret 2025.
Potensi pasar farmasi tercatat sebesar Rp176,3 triliun, pasar kosmetik Rp110,29 triliun dan pasar makanan Rp4.388 triliun.
Taruna berharap, setiap kabupaten di NTT memiliki satu unit pelayanan teknis (UPT) BPOM. Hal ini akan mempermudah kolaborasi dan sinergi untuk mendukung penguatan produk obat dan makanan dari UMKM.
Gubernur Melki mengajak semua bupati untuk menyiapkan lahan untuk UPT BPOM. Saat ini, baru ada 5 UPT BPOM di NTT, yaitu di Kota Kupang, Ende, Manggarai Barat, Belu dan Sumba Timur.
“Dalam waktu dekat, BPOM bisa membantu kami sinergi soal produk air kemasan produk lokal. Ke depan, kami akan terus memperhatikan produk lain,” kata Melki.













