RAKYATFLORES.COM | ENDE-Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD menyatakan dengan tegas menolak kehadiran proyek geothermal di Wilayah Keuskupan Agung Ende (KAE). Menurutnya, sikap penolakan itu lahir setelah mendengar dan melihat langsung keberadaan masyarakat yang berada di Mataloko dan Sokoria yang mendapat dampak langsung dari proyek geothermal ini.
Banyak pihak yang mendukung pernyataan sikap dari gembala umat itu. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende St. Yohanes Don Bosco menjadi salah satu organisasi yang paling getol menolak kehadiran proyek tersebut.
Kepada rakyatflores.com, Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, S. Yohanes Don Bosco, Marselinus Erlan Le’u mengatakan bahwa, sebagai anak kandung gereja, pihaknya mendukung sikap Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden yang menolak kehadiran proyek geothermal di wilayah KAE.
Menurutnya, sikap Bapak Uskup ini merupakan sikap yang berani karena telah melalui peninjauan langsung ke masyarakat yang menjadi dampak dari proyek geothermal. Selain itu, sikap ini juga diambil setelah melalui diskusi panjang dengan para imam di Keuskupan Agung Ende.
“Kami menilai sikap penolakan dari bapak Uskup ini sebagai sikap serius terhadap penyelamatan lingkungan. Ini harus didukung semua pihak. Sebagai anak kandung gereja kami mendukung penuh sikap Bapak Uskup ini,” tegasnya.
Ia mengatakan, sebagai organisasi yang mempunyai misi keberpihakan pada kaum tertindas, tentu mempunyai tanggungjawab atas rasa keadilan dan kesejahteraan masyarakat.













