ENDE, RAKYATFLORES.COM-Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kabupaten Ende, Syukri Abdullah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Ende menunda, bahkan menghentikan sementara pembangunan taman kota dengan nilai anggaran mencapai Rp. 12 miliar. Desakan ini didasarkan pada kondisi sosial masyarakat yang dinilai jauh lebih mendesak untuk segera ditangani.
Syukri menyinggung tragedi meninggalnya adik Bastian di Kabupaten Ngada sebagai refleksi keras bagi negara dan pemerintah daerah. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan masih rapuhnya pranata sosial, khususnya bagi anak-anak yang hidup di wilayah pedalaman Kabupaten Ende.
Anak-anak di Ende, kata Syukri, masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar, seperti akses pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, serta infrastruktur dasar yang manusiawi.
Secara faktual Kabupaten Ende masih memiliki banyak wilayah yang tergolong tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun ironisnya, prioritas anggaran justru diarahkan pada pembangunan yang bersifat simbolik dan estetis ketimbang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.













