“Kalau satu kolam berisi 1.000 ikan dan panen tiga kali setahun, dengan rata-rata empat ekor per kilogram, maka kelompok bisa mendapat sekitar Rp150 juta per tahun,” jelasnya.
“Saya tidak mau bantuan ini hanya sekadar proyek politik. Lebih baik tidak dapat suara daripada bantuan yang tidak menyejahterakan,” tegas Julie.
Advertising
Advertising
Julie juga mengakui masih ada kendala di lapangan, salah satunya tingkat kematian bibit ikan akibat jarak pengiriman yang jauh. Ia pun meminta dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk menyiapkan sumber bibit ikan lokal agar budidaya ini bisa berkelanjutan.
“Kalau bibit bisa disiapkan di daerah, tentu hasilnya akan lebih maksimal dan keberlanjutan program ini terjamin,” ujarnya menutup kegiatan panen.













