“Saya juga melihat di sini dalam hubungan dengan kegiatan, mohon maaf, saya juga karena belum terlalu banyak paham, tapi setidaknya saya juga melihat di sini ternyata untuk anggaran PKK itu masuk nomenklaturnya lewat Dinas PMD. Karena itu kurang lebih Rp. 500 jutaan. Nah, ini indikator output-nya apa?” ujar Nando.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Ende, Adrianus Yosafat Muda, menjelaskan bahwa alokasi Rp. 3,9 miliar merupakan rancangan anggaran untuk membiayai Pilkades serentak tahun 2027 di 159 desa. Ia menegaskan, perencanaan tersebut telah mempertimbangkan efisiensi, termasuk melalui perbandingan biaya pelaksanaan Pilkades di sejumlah kabupaten lain.
Adrianus mencontohkan Kabupaten Kupang yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 1,7 miliar untuk pelaksanaan Pilkades di 30 desa. Sementara itu, Kabupaten Sikka mengalokasikan sekitar Rp. 4,5 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa. Berdasarkan perbandingan tersebut, ia menilai rencana anggaran untuk 159 desa di Kabupaten Ende masih tergolong hemat.













