Ia berharap, dengan adanya panen perdana tersebut, maka budidaya ikan nila dan ikan air tawar lainnya semakin berkembang di Kota Ende sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kami juga berharap, kehadiran kelompok Jaya Anak Negeri dapat membantu pemerintah daerah dalam mendukung program dari Presiden Prabowo Subianto makan bergizi gratis,” ungkapnya.
Kedepan, kata Rainer, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap budidaya ikan nila tersebut sehingga program tersebut bisa berlanjut kedepannya.
Sementara itu, Kapala Bidang Budidaya Ikan Air Tawar pada Dinas Perikanan Kabupaten Ende Husni Tamrin mengaku bahwa, selama ini pihaknya melakukan pendampingan terhadap tiga kelompok yang menerima bantuan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok tersebut.
Ketiga kelompok yang menerima bantuan tersebut yakni di Nuamuri, Ndona, dan di Kota Ende. Dari tiga kelompok tersebut, baru kelompok Jaya Anak Negeri yang melakukan panen perdana.
“Jadi kelompok ini kelompok yang kami anggap paling berhasil karena sampai terjual dengan ukuran ikan maksimal. Satu kilo tiga sampai empat ekor,” ungkapnya.













