“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kami berupaya menghadirkan solusi darurat melalui distribusi air bersih dan penyediaan profil tank sebagai penampungan,” tambahnya.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan melibatkan berbagai pihak. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh tim dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang turut meninjau langsung kondisi masyarakat di lokasi terdampak.
Perwakilan tim pendamping menyebutkan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan lanjutan.
“Kami ingin melihat secara langsung dampak gempa terhadap infrastruktur dan sumber air, sehingga penanganannya bisa lebih tepat sasaran,” katanya.
Warga di Desa Randorama dan Randotonda menyambut baik bantuan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan distribusi air bersih di tengah keterbatasan yang dihadapi pascabencana.













