Hal tersebut disampaikan Agustinus saat menghadiri sosialisasi PIP Aspirasi MY Esti Wijayati di SDK Colol 2, Wuas, Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini juga untuk memutuskan rantai kemiskinan, membekali generasi muda dengan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Agustinus menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. Melalui bantuan PIP, para siswa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penunjang pembelajaran, seperti buku tulis, seragam, sepatu, serta perlengkapan sekolah lainnya.
“Program Indonesia Pintar ini (PIP) bertujuan agar membantu pemenuhan pribadi siswa itu sendiri, seperti buku tulis, seragam, sepatu dan meringankan beban biaya sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sosialisasi akan dilakukan dengan mengunjungi seluruh sekolah penerima manfaat di Kecamatan Lamba Leda Timur. Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman secara langsung kepada orang tua atau wali siswa mengenai tujuan, manfaat, dan penggunaan bantuan pendidikan tersebut.













