Menurut Melki, pemerintah provinsi (pemprov) NTT memberikan perhatian serius bagi warga NTT, termasuk warga diaspora. Pemprov NTT, melalui Badan Penghubung di Jakarta, siap membantu warga diaspora dalam hal pembuatan KTP, baik di NTT maupun proses mutasi pemindahan warga ke daerah lain.
“Jika masalah KTP sudah bisa kita bereskan, hal-hal lain bisa kita kerjakan dengan baik,” tutur Melki.
Melki menyatakan, sebagia duta-duta ekonomi dan bisnis NTT di daerah lain, warga diaspora perlu mengetahui sejumlah hal yang sedang dilakukan di NTT seperti One Village One Product (OVOP) dengan segala variannya dan Pembangunan NTT Mart di semua kabupaten sebagai etalase penjualan produk-produk khas NTT.
Warga diaspora, khususnya di Kalimantan dengan kemampuan ekonomi yang baik, demikian Melki, bisa mengambil bagian yang signifikan bagi pembangunan kampung halaman. Warga diaspora bisa melakukan sesuatu mulai dari kampung halaman masing-masing.
“Bagi yang memiliki modal dan jaringan bisnis, mari kita menciptakan pasar antara NTT dan Kalimantan. Dari data kami, pasokan daging sapi ke Kalimantan Selatan kebanyakan datang dari NTT dan NTB. Mari kita mencari peluang-peluang lain,” ungkap Melki.













