“Saat ini kami melaksanakan reses setelah persidangan III untuk pembahasan dan penetapan Perda APBD Ngada Tahun Anggaran 2026,” jelas Bosko di hadapan warga.
Sebagai Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Ngada, Bosko menegaskan bahwa reses adalah momen strategis bagi wakil rakyat untuk mempertanggungjawabkan kinerja serta menyerap aspirasi masyarakat guna diperjuangkan dalam sidang berikutnya.
Sebelum turun ke Rio Minsi, Bosko mengaku sudah mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait kesulitan akses air bersih, termasuk yang dialami UPTD SDN Rio Minsi dan UPTD SMPN Satap Rio Minsi.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Bosko menggunakan dana resesnya untuk membantu masyarakat membeli pipa dan perlengkapan lainnya guna memasang jaringan air dari mata air Sina.
“Dana reses ini saya berikan agar bapa mama bisa membeli pipa atau selang dan sarana lain untuk pemasangan di mata air Sina, supaya ke depan tidak lagi mengalami kesulitan air bersih,” ujar Bosko.
Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Benteng Tawa IV, Patrisius Naru, yang berterima kasih atas respons cepat Bosko terkait kebutuhan air bersih.













