Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Desa Nggela membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi dan kebersamaan.
“Kami dari desa, bersama mama-mama, siap menjadi tempat tinggal Asarasa. Kalau kita di Nusa Tenggara Timur, kita semua basudara,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Anis Mustikasari, selaku Project Leader Yayasan Asarasa Indonesia, menyampaikan pengantar sekaligus memperkenalkan proyek kolaboratif yang akan dijalankan selama kegiatan berlangsung di Desa Nggela.
“Kehadiran kami di Nggela merupakan bagian dari kolaborasi Asarasa Indonesia bersama KKN Universitas Flores dan Komunitas Kampus Tanpa Dinding Ende. Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja bersama, saling belajar, dan saling menguatkan dengan masyarakat desa,” ujar Anis.
Sementara itu, Darama, CEO Yayasan Asarasa Indonesia, memaparkan fokus program kerja Asarasa selama berada di Desa Nggela, yang dirancang untuk jangka waktu tiga tahun ke depan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan desa.













