Politisi PAN tersebut memaparkan sejumlah ruas jalan kabupaten yang dinilai strategis namun kerap luput dari perhatian, antara lain ruas jalan Rawangkalo-Terong-Miris yang menghubungkan Desa Rawangkalo dan Desa Taenterong Dua, ruas jalan Keja-Turaloa-Lengkosambi, Maronggela-Ria-Mbarungkeli, Lampatabhai-Munting-Wate, Ngoton-Namut, dan ruas jalan Teong-Warunembu.
Ia menilai ruas-ruas tersebut penting karena menghubungkan antarwilayah, melewati permukiman warga, serta menjadi akses menuju kantong-kantong produksi masyarakat.
Bosko juga mengkritik alasan klasik pemerintah yang selalu mengedepankan kajian teknis dan keterbatasan fiskal daerah.
“Akhirnya forum Musrenbangcam seperti seremonial belaka, ibarat nasi basi bumbu baru,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan bahwa pada tahun 2026, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk peningkatan sejumlah ruas jalan, yakni Rawangkalo-Terong-Miris sebesar Rp. 300 juta, ruas jalan Tanalain-Maronggela-Ria-Mbarungkeli sebesar Rp 150 juta, ruas jalan Lampathabi-Munting-Wate sebesar Rp. 150 juta, ruas jalan Lindi menuju Damu sebesar Rp. 200 juta.













