JAKARTA, RAKYATFLORES.COM- Komitmen Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga ke tingkat desa mendapat apresiasi dari Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia. Ia menilai langkah-langkah konkret tersebut perlu didukung secara total demi menyelamatkan masa depan masyarakat NTT.
Gabriel menyambut baik hadirnya program rebranding Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTT menjadi “PMI NTT Unggul dan Prosedural” yang dinilainya sebagai terobosan penting. Menurutnya, era saat ini menuntut kerja keras, kerja cerdas, dan kerja nyata untuk mengatasi darurat perdagangan orang di wilayah tersebut.
Dalam pandangan Gabriel, ada lima langkah strategis yang harus segera dilakukan pertama, menggerakkan Program GEMA HATI MIA NTT (Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman NTT) yang dimulai dari desa. Edukasi masyarakat sejak tingkat terbawah sangat krusial dalam memutus rantai perdagangan orang.
Kedua, mengoptimalkan peran Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO NTT disertai dukungan anggaran yang memadai. Gugus tugas yang ada tidak boleh hanya formalitas tanpa operasional karena ketiadaan dana.













