“Saya sudah menguntruksikan tim dan relawan di Dapil untuk bergerak membantu evakuasi warga di Mauponggo, sekaligus menyalurkan bantuan makanan, air minum dan lain-lain”, pungkasnya.
Diketahui, hujan deras mengguyur wilayah pantai selatan Nagekeo sejak Senin (8/9/2025) dini hari membuat tiga desa pegunungan di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), diterjang banjir dan tanah longsor.
Sebanyak lima orang ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan dan tiga orang lainnya dikatakan masih menghilang. Tim SAR sendiri telah memperluas area pencarian mencapai 3.500 meter persegi untuk mencari tiga korban tersebut dengan menggunakan drone.
Banjir bandang tersebut juga telah menyebabkan sejumlah kerugian material meliputi 1 rumah hanyut, 2 kantor pemerintahan, 3 ruas jalan tertutup longsor, 2 unit jembatan terdampak, lahan sawah dan perkebunan terendam, ternak yang di gembala pun turut terkena imbas.













