Scroll untuk baca artikel
ads

Bupati Manggarai Jadi Kandidat Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 Berkat Presentasi Mbaru Gendang

×

Bupati Manggarai Jadi Kandidat Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 Berkat Presentasi Mbaru Gendang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260113 WA0022
Bupati Manggarai Heri Nabit saat menghadiri acara penganugerahan kebudayaan yang diselenggarakan oleh PWI Pusat di Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menilai wartawan memiliki kedekatan yang kuat dengan kebudayaan melalui tugas pencatatan sejarah, tradisi, dan dinamika sosial masyarakat.

“Wartawan mencatat sejarah dan budaya. Dari catatan itulah nilai-nilai budaya dapat terus hidup. Ke depan, para pemimpin daerah diharapkan mampu mencatatkan dirinya sebagai pelindung dan penyelamat budaya yang kini mulai tergerus,” ujarnya.

Advertising
ads
Advertising

Totok menambahkan, keberhasilan seorang wali kota, bupati, atau gubernur salah satunya dapat diukur dari komitmennya dalam melindungi dan melestarikan kebudayaan daerah selama masa kepemimpinannya.

“Jika suatu daerah didominasi budaya asing, mulai dari makanan hingga pola interaksi sosial, maka budaya lokal bisa hilang dan hanya tersisa kenangan. Di sinilah pers harus hadir sebagai penjaga, pejuang, sekaligus tonggak kebudayaan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :   Gawi Sia Bukan Sekadar Tarian, Tapi Simbol Persatuan dan Daya Tarik Wisata

Usai kegiatan silaturahmi, sebanyak 10 kepala daerah mengikuti presentasi Anugerah Seni dan Kebudayaan di PWI Pusat pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan presentasi dilakukan di depan dewan juri yang terdiri dari Sujewo Tejo (seniman, budayawan, mantan wartawan, anggota yim.pakar PWI Pusat) Dr. Nungki Kusumastuti (dosen IKJ, penari dan artis film), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni budaya, penerima anugerah kebudayaan RI), Yusuf Susilo Hartono (wartawan senior, pelukis dan penyair).