Apa makna yang Anda lihat di balik pelaksanaan Gawi Sia ini?
Festival ini adalah sarana penting untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Lio-Ende kepada masyarakat luas. Tapi lebih dari itu, Gawi Sia menjadi momen strategis untuk memperkuat persatuan, terutama di antara masyarakat Ende yang tinggal di perantauan, serta dengan saudara-saudara dari daerah lain di NTT. Ini cara kita menjaga koneksi lintas generasi, sekaligus mempererat silaturahmi sebagai sesama anak Nusa Tenggara Timur.
Festival ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena. Bagaimana Anda melihat kehadiran beliau?
Itu hal yang sangat penting dan membanggakan. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena bukan hanya hadir sebagai pejabat, tapi juga sebagai bagian dari komunitas Wuamesu. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal. Ini menunjukkan bahwa warisan budaya seperti Gawi tidak hanya dirawat oleh masyarakat, tapi juga oleh negara. Kita patut mengapresiasi itu.
Bisa Anda ceritakan rangkaian kegiatan selama festival berlangsung?













