Penulis buku Agustinus Tetiro yang didapuk menjadi pemantik diskusi berbicara tentang 5 (lima) aspek yang selalu ditekankan Gubernur Melki Laka Lena. Pertama, program OVOP (One Village One Product) yang selama roadshow sangat diapresiasi oleh para menteri sebagai suatu terobosan yang perlu diseriusi. Kedua, optimalisasi kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank NTT dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Program OVOP mengandaikan para bupati, camat dan kepala daerah mau bergandengan tangan dengan Gubernur dan memahami pola kerjanya. Sementara itu, Bank NTT dan BUMD NTT perlu menjadi mitra strategis bagi UMKM di sana,” jelas Gusti, sapaan kecil Agustinus Tetiro.
Ketiga, program “Beli NTT”, yang bertujuan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan NTT. Ajakan untuk bangga membeli dan menggunakan produk-produk NTT pada gilirannya akan menggerakkan ekonomi daerah.
Keempat, sumber-sumber pendanaan kreatif non-APBN/APBD. NTT harus membuka diri pada berbagai investasi yang mau masuk dan membenamkan modal di daerah. Oleh karena itu, perizinan perlu dipermudah dan kerja sama yang baik harus dibangun.













