“Esensi pembangunan di NTT berbasis pada pertanian, namun nilai tambah produksi masih kecil, karena bangunan industri sektor pertanian tidak ada di sana. Peluang untuk ini ada, mari kita cari solusi bersama,” kata dia.
Robert Endi Djaweng, tokoh NTT asal Manggarai, yang dikenal luas sebagai ahli otonomi daerah dan pelayanan publik, memberikan pencerahan dengan menyebutkan sejumlah sumber pembiayaan bagi daerah.
“Kita harus mengoptimalkan semua sumber seperti fiskal, investasi, penanaman modal usaha oleh swasta, CSR, donor dan hibah serta sumber dana lainnya,” jelas Endi.
Menurut Endi, Pemprov NTT harus bisa memastikan konektivitas antarwilayah, pasokan energi dan reformasi tata kelola birokrasi. “Jika itu semua terjamin, uang mengalir ke NTT, Masyarakat kita bisa cerdas, sehat dan berkantong tebal,” tutup Endi.
Tokoh Perempuan NTT, Vivick Tjangkung, berharap pemprov NTT terus memperkuat peran UMKM dengan menaikkan kelas daya saing usaha-usaha kecil dari kampung-kampung. “Kita juga perlu menjaga kaum muda dari bahaya narkoba yang terus mengintai. Selamatkan generasi muda NTT sejak dini,” tegas Vivick.













